Rabu, 25 Februari 2009

KOTA UNGARAN, POTENSI DAN TANTANGAN

Kota Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang tanggal 20 Desember 2008 sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 25. Seperempat abad merupakan usia yang matang kalau diibaratkan dalam kehidupan manusia, siap untuk menghadapi hidup baru dan tantangan baru. Bagaimana dengan Kota Ungaran?
Kota Ungaran secara geografis terletak dalam jalur yang sangat strategis, antara jalur Solo-Semarang ataupun Solo-Kendal-Jakarta. Dengan luas wilayahnya 7.394,91 ha atau 7,78 persen dari luas wilayah Kabupaten Semarang dan 124.772 jiwa pada tahun 2004 dan sebagian besar berusia antar 20 hingga 39 tahun. Pada tahun 2005 Kota Ungaran mengalami pemekaran menjadi Kecamatan Ungaran Timur dan Ungaran Barat.
Kota Ungaran yang merupakan wilayah Kabupaten Semarang yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang, sehingga mau tidak mau akan menerima dampak dari apa yang terjadi di Kota Semarang sekaligus karena paling dekat dengan ibu kota provinsi maka apa yang dilakukan oleh Kota Ungaran juga akan mendapat perhatian yang lebih. Kondisi ini bisa menjadi sebuah potensi sekaligus tantangan bagi pelaksanaan pembangunan Kota Ungaran

Potensi Kota Ungaran
Potensi adalah sesuatu keadaan atau kondisi yang apabila dilakukan sesuatu bisa memberikan nilai yang lebih. Potensi Kota Ungaran yang sangat mencolok dibanidng potensi lainnya adalah kondisi Kota Ungaran sebagai hinterland atau satelit bagi Kota Semarang.
Sebagaimana kita ketahui Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang nota bene merupakan pusat pemerintahan juga merupakan pusat kegiatan ekonomi. Sesuai dengan yang diungkapkan oleh Von Thunen (locational rent function) bahwa sebagai dampak sebuah perkembangan suatu pusat pertumbunan akan berpengaruh pada perkembangan wilayah hinterlandnya.
Kota Semarang sebagai kota pemerintahan, perdagangan dan industri akan memberi pengaruh pada terbentuknya Kota Ungaran sebagai pusat perkembangan industri, perdagangan dan perumahan. Kota Ungaran akan bertindak sebagai penyuplai bahan baku bagi industri di Kota Semarang, atau di Kota Ungaran akan berkembang pusat industri yang menghasilkan barang setengah jadi sebagai bahan baku bagi industri Kota semarang, hal ini sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Webber, bahwa penentuan lokasi optimal dari suatu unit usaha relatif terhadap sumber bahan baku.
Selanjutnya Kota Ungaran juga akan bertindak sebagai penyedia lahan ataupun perumahan untuk tempat tinggal sebagian besar warga yang bekerja di Kota Semarang, Dalam pendekatan Dunn, alokasi optimal lahan ditentukan oleh jarak lahan (biaya transport) terhadap pusat pertumbuhan ekonomi.
Dari kondisi-kondisi ini akan membantu pada perkembangan Kota Ungaran sebagai kota perdagangan dan jasa, hal ini sangat bermanfaat bagi perkembangan Kabupaten Semarang secara umum. Dimana hasil pertanian dan kerajinan dari beberapa kecamatan di sekitarnya dapat dipasarkan di Ungaran, tidak langsung ke Kota Semarang ataupun ke Kota Salatiga. Untuk kenyamanan dan pemenuhan keperluan kehidupan, akan berkembang kegiatan ekonomi sektor jasa-jasa. Hal ini mendasarkan pada teori yang diungkapkan oleh Burgas, Hyot maupun Wabber.
Potensi dominan ini merupakan tantangan bagi Kota Ungaran, apakah mampu menjadikan dirinya sebagai satelit Kota Semarang?

Tantangan
Pada tahun 2007 dari luas Kota Ungaran yang 7.394,91 ha itu ada sekitar 1.078 ha yang merupakan lahan kritis, yang perlu mandapat perhatian khusus dalam pemanfaatannya. Dari sisi sosial pada tahun 2007 Kota Ungaran masih memiliki 5.600an keluarga pra sejahtera dan 3.800an keluarga sejahtera I. Kondisi ini sudah seharusnya mandapat perhatian sehingga diharapkan dapat menurun. Untuk prasarana umum pemenuhan kebautuhan dalam hal ini pasar, sangat disayangkan Kota Ungaran hanya memiliki 2 pasar umum, sehingga pelayanan yang diterima masyarakt belum optimal.
Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Semarang 2006-2025 dituliskan bahwa Kota Ungaran akan dijadikan sebagai pusat pengembangan dan pelayanan di sektor industri, perdagangan, pemukiman dan pertanian.
Dari sektor-sektor tersebut yang memiliki peranan terbesar bagi perekonomian Kota Ungaran pada tahun 2004 adalah sektor Industri yang diperkirakan mencapai angak 59 persen dan perdagangan 14 persen. Namun demikian jika diamati dari pertumbuhannya, terlihat bahwa sektor industri mengalami kemunduran pada tahun 2004 yaitu -0,84 persen, demikian juga dengan perdagangan dan konstruksi mengalami kemunduran sekitar -10 persen.
Sebagai wilayah yang harus memenuhi kebutuhan pokok makanan bagi penduduknya dan wilayah sekitarnya, pertanian Kota Ungaran mengalami penurunan di sektor pertanian hingga minus 5 persen. Padahal sebagian besar penduduk Kota Ungaran berpenghasilan sebagai petani, hanya sebagian kecil sebagai pengusaha.
Semoga dengan semangat hari jadi Kota Ungaran sebagai ibu kota Kabupaten Semarang dapat mendorong kinerja Kota Ungaran dalam memanfaatkan potensi dan menghadapi tantangan yang ada. Dirgahayu Kota Ungaran Sebagai Ibu Kota Kabupaten Semarang Yang ke 25.

Moh. Fatichuddin
(BPS Kab Semarang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar